Pada umumnya, penulisan sejarah Usman bin Affan, sahabat dan suami dari dua putri Nabi Muhammad SAW dilukiskan sangat negatif. Ia dituduh sebagai pemimpin yang korup, suka menghamburkan harta untuk kesenangan pribadi dan kerabat, nepotis, dan menggunakan kekuasaan di luar haknya. Kebaikannya dalam menjalankan tugas sebagai Khalifah, sebanding dengan kekurannya. Kelemahan dan kebijakannya selama ia menjadi khalifah pada separoh kedua masa kekhalifahannya, memicu adanya pemberontakan dan unjuk rasa yang menyebabkannya terbunuh, dan pada gilirannya peristiwa semua itu menyebabkan lemahnya negara Madinah. Demikianlah gambaran Usman bin Affan dalam sejarah Islam. Pencintraan negatif ini seolah-olah menjadi fakta sejarah yang benar dan tidak terbantahkan, akibatnya adalah bahwa pembaca sejarah Islam, baik itu dari kalangan mahasiswa atau lainnya akan mempunyai persepsi yang sama. Gambaran negatif tentang diri Usman dalam banyak tulisan sejarah Islam, pada gilirannya menimbulkan banyak p...